
Cirebon, 16 Oktober 2025 — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, memantau secara langsung jalannya latihan serangan ke Korem 063/SGJ dalam rangkaian Latihan Terintegrasi Kodam Jajaran Kodam III/Siliwangi yang digelar di wilayah Korem 063/SGJ, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Skema latihan menggambarkan situasi di mana Makorem 063/SGJ telah dikuasai oleh agresor. Sebagai bentuk respons taktis, pasukan gerilya yang dipimpin oleh Dandim 0620/Kab. Cirebon Letkol Inf Mukhammad Yusron, S.A.P, bersama dengan seluruh komponen masyarakat, melakukan serangan kilat untuk merebut kembali Makorem dan mengusir para agresor dari wilayah tersebut.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menyatakan bahwa latihan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus kebanggaan bagi setiap prajurit TNI.
“Latihan seperti ini mahal, tidak semua orang bisa merasakannya. Kalian harus bangga menjadi prajurit TNI. Ini adalah bentuk pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tegas Letjen TNI Kunto di hadapan para peserta latihan.
Latihan ini tidak hanya melibatkan unsur militer konvensional, tetapi juga mengintegrasikan kekuatan komponen cadangan dan masyarakat dalam konsep pertahanan semesta. Serangan dilakukan secara terkoordinasi, memanfaatkan taktik gerilya, manuver cepat, serta penguasaan medan.
Letkol Inf Mukhammad Yusron, S.A.P., selaku Komandan Satuan Gerilya dalam latihan tersebut, menyampaikan bahwa latihan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dan sinergi seluruh komponen bangsa.
“Melalui latihan ini, kita mengasah kemampuan pasukan dalam operasi gerilya serta membangun kesadaran pertahanan di tingkat masyarakat. Ini bukan hanya latihan militer, tapi juga pembentukan mental kebangsaan,” ujarnya.
Latihan ini menjadi bagian dari upaya Kodam III/Siliwangi dalam meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan pertahanan wilayah secara terpadu. Selain kekuatan tempur, aspek logistik, komunikasi, dan dukungan sipil juga diuji dalam skenario latihan terpadu ini.(Pendim 0620)






